rantepaopos.id-Toraja Utara,– Masa tiga tahun Pemerintahan bupati Kalatiku Paembonan dan wakil bupati Yosia Rinto Kadang menunjukkan hasil signifikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisita jika dibandingkan tahun 2015 lalu.
Sumber data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara capaian PAD Tahun 2018 sebesar Rp. 3.173.460.000,- atau mengalami kenaikan 101,49% dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp. 1.575.010.000,- kemudian di tahun 2016 memperoleh sebesar Rp.1.126.105.200,-.
Disebutkan Kepala Disbudpar Toraja Utara, Harly Patriatno, Selasa (9/4/2019) bahwa salah satu faktor mempengaruhi kenaikan PAD pada sektor pariwisata yaitu adanya event dan festival. Sebab ini berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
Harly mengakui, pihaknya selalu berupaya bekerja maksimal dalam memajukan pembangunan pariwisata sesuai dengan visi-misi pemerintah kabupaten Toraja Utara.
Untuk itu, dalam tahun 2019 Disbudpar Toraja Utara memiliki sejumlah program. Diantara program itu urai Harly, pengembangan destinasi pariwisata melalui penataan objek wisata dan penambahan amenitas atau sarana pendukung pariwisata dengan anggaran Rp. 6, 2 M dari dana DAK.
Program lainnya, pembangunan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata anggarannya sebesar Rp. 1 M dari dana DAK,
Promosi pariwisata dalam dan luar negeri melalui BBTF Bali, Pembuatan TVC Toraja Utara, pengembangan website dan media sosial. Program pelaksanaan event dan festival seperti Toraja Internatonal Fesitival (TIF), Toraja Internasional Marathon (TIM) dan toraja Trail Adventure (TTA).
Dan yang terkahir program pengembangan museum Pongtiku sumber dana DAK sebesar 450 Juta.
Harly juga menyebutkan capaian kegiatan program yang sudah dikerjakan selama tiga tahun terakhir mulai dari tahun 2016 sampai dengan 2018.
Kegiatan itu adalah pembinaan dan bantuan kepada sanggar seni sebanyak 20 sanggar, penataan tongkonan 32 unit, revitalisasi desa adat 10 desa, pelaksanaan festival seni sebanyak 9 kali, penataan objek wisata 40 objek, pembangunan toilet pada objek wisata 26 unit.
Kemudian pengembangan objek wisata baru 6 objek, sertifikasi lahan objek wisata 2 bidang, pelaksanaan event wisata petualang dan minat khusus 8 kali dan pengembangan desa wisata 33 desa. (yoel)
Komentar