RANTEPAOPOS.ID-TORAJA UTARA,– Pemerintah Kabupaten Toraja Utara di bawah pimpinan Bupati Kalatiku dan Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang, punya sejumlah kiat memajukan pariwisata di Toraja Utara guna peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Yorry R Lesawengan, menjelaskan pada media ini, Kamis (6/2/2020), bahwa ada sejumlah program unggulan yang akan dilakukan dalam tahun 2020 ini.
Diantara program yang dimaksudkan itu, urai Yoory, adalah melakukan pembinanaan terhadap penataan objek-objek wisata yang sudah ada, menjaga kebersihan kota Rantepao sebagai pintu gerbang pariwisata di Toraja Utara, menggelar festival budaya dan sport tourism.
Selain itu, dilakukan kegiatan promosi pariwisata secara online dengan menggunakan website dan di media sosial, mengikuti promosi-promosi di luar Toraja, menjalin kemitraan yang lebih baik lagi dengan stakeholder dan pelaku pariwisata lainnya seperti Asita, PHRI, HPI, DMO dan organisasi pengelola objek wisata, pengembangan destinasi-destinasi baru melalui pemberdayaan masyarakat lembang dan kelurahan, dan pembinaan khusus bagi restourant/ rumah makan yang ramah bagi wisatawan muslim.
Dari semua program yang disebutkan Yorry ini, katanya semuanya bermuara pada kemajuan pembangunan kepariwisataan di Toraja Utara dalam rangka peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan peningkatan PAD serta untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kita sangat berharap peran serta secara aktif dari semua stakeholder terkait untuk mendukung dan memajukan pengembangan pariwisata di Toraja Utara,” harap Yorry.
Menyinggung soal menjaga kebersihan dalam Kota Rantepao, Yorry mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui Bidang Kebersihan.
Sebab, kota Rantepao sebagai pintu gerbang pariwisata di Toraja Utara yang perlu dijaga kebersihannya.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga kebesihan dalam kota Rantepao, khusus pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu perlu ada tindakan ekstra dari pihak kebersihan termasuk dengan pengangkutan sampah di objek-objek wisata, sebab tumpukan sampah meningkat dibandingkan dengan hari biasa, itu karena banyak wisatawan lokal habiskan waktunya untuk berwisata,” kunci Yorry.
Komentar