Torayapos.com-Toraja Utara,– Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Toraja Utara, Alexander L Tiku menyadari bahwa di Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada capaian target sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah.
Meski demikian, kata Alex, pihaknya akan tetap bekerja maksimal membangun koordinasi intensif dengan semua pihak yang berkepentingan terkait dengan sumber-sumber PAD.
“Meski suasana Pandemi ini kami optimis capai PAD minimal 75% dalam TA 2020. Saat ini PAD sudah mencapai 53 % dari target 59 M,” jelasnya, Jumat (6/11/2020).
Dalam mencapai target minimal 75% itu, imbuh Alex, salah satu sumber pendapatannya yaitu dari retribusi potong hewan, sebab dalam bulan Agustus hingga Desember ini masyarakat sudah diijinkan untuk gelar kegiatan adat upacara kematian dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.
Khusus untuk retribusi potong hewan ini, Alexander menyebut pengawasannya harus ketat mulai dari lembang/kelurahan hingga pada kecamatan.
Untuk itu, dalam bulan ini sebut Alex, pihaknya bersama SKPD terkait akan turun langsung ke lapangan mengcek atau opname retribusi potong hewan, ini dimaksudkan agar ada jaminan pengelolaan pendapatan retribusi potong hewan terlaksana dengan transparan dan akuntabel.
Selain upaya itu, lanjutnya, pihaknya ketat mengontrol rumah-rumah makan, cafe, restoran dan hotel terkait dengan alat perekam pajak daerah berbasis online yang disebut Mobile Payment Sistem Online atau (MPos) yang dipasang pemerintah dibawah pengawasan KPK, supaya alat itu tetap berfungsi dengan baik, sebab jika tidak, dipastikan ada kebocoran pajak terjadi.
“Guna mencapai target PAD tersebut, sangat dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak yang berkepentingan dalam sumber-sember PAD itu, dan pengelolaannya harus benar-benar transparansi dan bertanggungjawab,” pungkas Alexander. (yoel).
Komentar